<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sayyidah Fatimah Az-Zahra' as.</title>
	<atom:link href="http://sayyidah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sayyidah.wordpress.com</link>
	<description>Wanita Suci Putri Sang Nabi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2009 02:36:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sayyidah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sayyidah Fatimah Az-Zahra' as.</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sayyidah.wordpress.com/osd.xml" title="Sayyidah Fatimah Az-Zahra&#039; as." />
	<atom:link rel='hub' href='http://sayyidah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Maafkan aku&#8230;</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/17/maafkan-aku/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/17/maafkan-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 02:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa, Setiap disebut namanya&#8230; Setiap diungkap keutamaannya&#8230; Setiap dibaca sejarahnya&#8230; Hati bergemuruh sesak di dada Entah kenapa, Setiap mengingatnya&#8230; Setiap merenung tentangnya&#8230; Setiap ingin mendekatinya&#8230; air mata menetes seketika. Ah&#8230; Andai aku bukan pendosa, Andai aku tidak berhias nista Andai jubahku bukan aib dan cela Kan ku katakan ini cinta&#8230; Mamang aku tak layak.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=35&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah kenapa,<br />
Setiap disebut namanya&#8230;<br />
Setiap diungkap keutamaannya&#8230;<br />
Setiap dibaca sejarahnya&#8230;<br />
Hati bergemuruh sesak di dada<br />
Entah kenapa,<br />
Setiap mengingatnya&#8230;<br />
Setiap merenung tentangnya&#8230;<br />
Setiap ingin mendekatinya&#8230;<br />
air mata menetes seketika.</p>
<p><span id="more-35"></span>Ah&#8230;<br />
Andai aku bukan pendosa,<br />
Andai aku tidak berhias nista<br />
Andai jubahku bukan aib dan cela<br />
Kan ku katakan ini cinta&#8230;<br />
Mamang aku tak layak..<br />
Aku tak pantas&#8230;<br />
Di mana aku ketika api menyala<br />
Berkobar di depan pintunya?!<br />
Di mana aku ketika cambuk melecutnya<br />
Menghanguskan sebagian kulitnya ?!<br />
Di mana aku ketika mereka mendobrak rumahnya<br />
Mendorongnya, dan mematahkan rusuknya ?!<br />
Di mana aku ketika gugur janinnya<br />
Di mana aku ketika menyeruak tangisnya<br />
Di mana aku ketika ajal menjemputnya<br />
Di mana aku ketika mereka menikam suaminya<br />
Di mana aku ketika mereka meracun buah hatinya<br />
Di mana aku ketika mereka membantai belahan jiwanya<br />
Di mana aku&#8230;.ketika&#8230;ketika&#8230;.<br />
Ah&#8230;tak cukup pengakuanku..<br />
Maafkan aku ya Zahra’&#8230;<br />
Maafkan aku duhai harapanku&#8230;<br />
Maafkan aku duhai junjunganku&#8230;<br />
Adakah harga air mata<br />
Dibanding derita yang kau terima<br />
Maafkan aku&#8230;<br />
Hanya ratapan yang bisa kuberikan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=35&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/17/maafkan-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalung yang Diberkahi</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/10/kalung-yang-diberkahi/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/10/kalung-yang-diberkahi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 02:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Muhammad SAWW. baru saja selesai melaksanakan shalat Ashar dan beliau duduk di Masjid dikelilingi oleh para sahabatnya. Tiba-tiba muncul seorang laki-laki di masjid dan menyeruak sambil berucap: “Aku lapar, adakah yang bisa aku memberiku makan? Aku tak punya pakaian, adakah yang bisa memberiku pakaian? Dan aku adalah musafir yang jauh dari rumah, adakah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=29&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah Muhammad SAWW. baru saja selesai melaksanakan shalat Ashar dan beliau duduk di Masjid dikelilingi oleh para sahabatnya. Tiba-tiba muncul seorang laki-laki di masjid dan menyeruak sambil berucap: “Aku lapar, adakah yang bisa aku memberiku makan? Aku tak punya pakaian, adakah yang bisa memberiku pakaian? Dan aku adalah musafir yang jauh dari rumah, adakah yang bisa mencukupi kebutuhanku?”</p>
<p><span id="more-29"></span>Tidak seorang pun yang menjawab. Kemudian Rasulullah Muhammad SAWW berbicara. Beliau berkata pada orang itu: “Aku sendiri tak punya sesuatu untuk membantumu, tapi aku akan mengirimmu ke sebuah rumah, di mana semua kebutuhanmu akan terpenuhi. Orang-orang di rumah itu mencintai Allah dan Rasul-nya, dan Allah serta Rasul-Nya mencintai penghuni rumah itu. Itulah rumah keluarga (Ahlul Bayt) Nubuwah, tempat keluarga putriku Fatimah tinggal”. Rasul kemudian meminta Bilal untuk mengantar orang itu ke rumah Sayyidah Fatimah Az-Zahra as. Orang asing itu kemudian mengetuk pintu sambil berucap: “Salam atas kalian Wahai penghuni ruham tangga kenabian (Ahul  Bayt an-Nubuwah), wahai penghuni rumah dimana Jibril turun dan di mana malaikat lain silih berganti datang dan pergi. Aku lapar, tolong beri aku makan, au tidak memiliki pakaian, tolong berikan padaku busana, aku jauh dari rumah dan dalam keadaan kekurangan, tolong bantu aku agar bisa kembali pulang.”<br />
Sayyidah Fatimah mendengar suara itu. Beliau melihat sekelilingnya, satu-satunya yang terlihat adalah sebuah kulit domba yang biasa digunakan oleh dua putra beliau, Al-Hasan dan Al-Husein, untuk tidur. Beliau lantas mengambil selembar kulit itu kemudian mendekat ke pintu. Dari balik pintu Beliau menyerahkan kulit tersebut pada orang asing itu sambil berkata: “Silahkan ambil ini dan semoga dapat membantu kebutuhanmu.” Orang asing yang melihat selembar kulit itu berkata: “Apa yang bisa aku lakukan dengan selembar kulit ini? Ini tidak bisa digunakan untuk apa-apa.” Sayyidah Fatimah as. Berpikir sejenak dan kemudian beliau menyadari bahwa memakai sebuah kalung yang merupakan hadiah dari putri Hamzah bin Abdul Muthalib ra. sebagai hadiah perkawinan beliau. Sayyidah Fatimah mengambil mencabut kalungnya  dan menyerahkannya pada orang asing itu.<br />
Orang asing itu kembali ke Masjid dan menunjukkan kepada Rasulullah SAWW apa yang telah diberikan oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra as. Rasulullah SAWW melihat kalung itu kemudian terlihat mata beliau meneteskan air hangat.<br />
Rasulullah SAWW berpaling pada orang asing itu dan berkata: “Fatimah telah memenuhi kebutuhanmu, sekarang berdoalah untuknya.” Orang itu mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata: “Ya Allah, Berilah Fatimah semua yang tidak pernah dilihat mata, dan tak pernah didengar telinga.”<br />
Ammar bin Yasir yang berada di antara sahabat saat itu berkata: “Apakah Engkau menjual kalung itu?”. Orang tersebut berkata: “Ya!”<br />
Lantas Ammar bin Yasir membeli kalung itu seharga tiga ratus dirham. Yang bisa digunakan untuk membeli  pakaian, kendaraan yang dipenuhi dengan bekal, yang dapat mencukupi kebutuhan orang asing itu.<br />
Ammar kemudian pulang ke rumah. Kalung itu dibungkusnya dengan sutra Yamani dan diberinya wewangian. Ammar memiliki budak bernama Sahm. Ia memberikan kalung itu pada Sahm dan memerintahkannya untuk membawa kalung itu pada Rasulullah, dan Ammar juga berkata bahwa Sahm pun diberikan pada Rasulullah sebagai hadiah. Rasulullah SAW berkata pada Sahm, “Ambillah kalung ini dan berikan pada Fatimah, dan engkau sekarnag menjadi orang bebas.”<br />
Sahm kemudian mengembalikan kalung tersebut ke rumah Sayyidah Fatimah as. Lantas ia tertawa. Orang-orang yang menyaksikan kejadian ini bertanya kenapa ia tertawa?, Sahm menjawab: “Sungguh mulia kalung itu, yang telah memberi makan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, dan memenuhi kebutuhan seorang musafir yang tersesat, kemudian membebaskan seorang budak dari ikatan, dan kemudian kembali lagi pada pemiliknya.”</p>
<p><em>diterjemahkan dari alqaim.piczo.com dengan sedikit suntingan bahasa.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=29&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/10/kalung-yang-diberkahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengantar Keranda Malam</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/09/mengantar-keranda-malam/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/09/mengantar-keranda-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 00:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[13 Jumadil Awal, saat surya bergeser ke arah barat sekitar pukul 1 siang, wanita yang sejak beberapa hari lalu terbaring sakit itu tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia terlihat benar-benar pulih. Dengan sigap dan gesit ia melakukan semua pekerjaan rumah yang terbengkalai, menyapu, lalu memasak dan memandingan kedua putranya yang masih kecil. Betapa berbunga hati suaminya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=19&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://sayyidah.files.wordpress.com/2009/05/zahra.jpg"><img class="size-full wp-image-22 aligncenter" src="http://sayyidah.files.wordpress.com/2009/05/zahra.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Zahra as." width="400" height="300" /></a></p>
<p>13 Jumadil Awal, saat surya bergeser ke arah barat sekitar pukul 1 siang, wanita yang sejak beberapa  hari lalu terbaring sakit itu tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia terlihat benar-benar pulih. Dengan sigap dan gesit ia melakukan semua pekerjaan rumah yang terbengkalai, menyapu, lalu memasak dan memandingan kedua putranya yang masih kecil.</p>
<p>Betapa berbunga hati suaminya tatakala memasuki rumah yang telah tertata rapi dan menemukan istrinya sedang sibuk bermain dengan kedua putranya.</p>
<p>“Istriku, kau terlihat sehat dan bugar hari ini”</p>
<p>Sejenak ia terdiam lalu berbisisk, “sebenarnya, aku masih sakit. Namun aku mesti melakukan tugasku yang terakhir di rumah ini karena aku tahu sebentar lagi aku akan meninggalkanmu dan kedua calon yatim ini.”</p>
<p><span id="more-19"></span>“Bagaimana kau tahu?” tanya suaminya heran.</p>
<p>“Suamiku, ayahku menghampiriku dalam tidurku. Setelah mendengar tragedi yang kualami, beliau membisiku, “putriku, malam ini kau akan bersamaku.”</p>
<p>Mendengar itu, ia tertunduk dan membiarkan butir-butir hangat bergulir membasahi cambangnya.</p>
<p>“Duduklah di sampingku,” pinta istrinya.</p>
<p>Mereka berdua pun duduk berdampingan sementara kedua putranya asyik bermain di permadani kumal di samping.</p>
<p>Desir angin menyelinap melalui kisi jendela nan reot gubuk beralas pelepah korma memetik sitar-sitar kepiluan.</p>
<p>“Pangeranku, sungguh kau tahu, aku tidak pernah berbohong padamu selama hidupku, tak pernah mengkhianati, dan melanggar perintahmu.”</p>
<p>Lelaki yang gagah itu mengelus kepala istrinya searaya menganggukkan kepala. Dengan sesunggukan, ia berkata, “Permaisuriku, dusta dan khianat adalah pantanganmu. Kau adalah wanita yang yang paling takut dan bertaqwa kepada Allah.”</p>
<p>“Karena ini adalah kebersamaan terakhir kita, istrimu ingin mewasiatkan beberapa hal. Sudikah kau melaksanakannya?</p>
<p>“Sampaikanlah. Aku siap untuk melaksanakannya,” sahutnya menahan ledakan parasaan.</p>
<p>“Pertama, aku wafat dalam usia muda dan kau adalah duda dengan dua putra yang masih kecil. Aku menyadari lelaki ksatria dan bugar seperti kau tidak mungkin hidup tanpa wanita yang melayani dan merawat anak-anak kita. Jangan merasa bersalah atau takut kehilangan cintaku bila kau mencari penggantiku. Aku sarankan kau menjadikan Ummamah sebagai istri karena dia akan menyanyangi kedua putra kita. Bagilah perhatianmu antara istri dan kedua putra kita.”</p>
<p>Sungguh bergetar dinding sanubari lelaki itu mendengar uraian cinta tak berhingga  dewinya.</p>
<p>“Kedua, uruslah semua masalah jenazahku pada malam hari. Lakukanlah semuanya dengan rahasia agar tak menjadi upacara umum.”</p>
<p>Detik-detik perpisahan kian bergerak. Keduanya berpelukan erat dan lama seakan berusaha menyimpan kehangatan gelora sebesar mungkin.</p>
<p>Ia meminta kepada pembantunya, Asma’ binti Umais dan Fidhah, memindahkan ranjang ke ruangan tengah.</p>
<p>Tak lama kemudian, sambil tertatih ia menuju kamar mandi. Tawaran bantuan dari kedua wanita pembantu untuk memandunya ditolaknya dengan isyarat tangan.</p>
<p>Ia ingin membersihkan bercak-bercak darah dan menyembunyikan luka memar di tubuhnya dari suaminya yang akan memadikannya nanti.</p>
<p>Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi. Cahaya memancar dari balik busana putih yang baru dikenakannya menuju ruang tengah. Ia berbaring disana.</p>
<p>Parasnya menengadah menatap lelangit rumah dan matanya yang sembab menembus angkasa seraya berucap:</p>
<p>“Salam atasmu, wahai Jibrail. Salam atasmu, wahai Rasullalah. Ya Allah bersama RasulMu, di dalam kerelaan dan surga yang penuh dengan kedamaian”</p>
<p>Sesaat kemudian ia penjamkan kedua matanya serta menjulurkan tubuhnya kedua kaki dan tangannya… dan ruh harum malakuti itu pun terbang dikawal pawai jejiwa suci menembus atmosfir, beriring himne para malakikat Innaa lillaaaaaaaaaaaaah wa inna ilaihi raji’un.</p>
<p><em>Dalam hantaram suami yang kehilangan, putra-putri yang yatim,</em></p>
<p><em>“Keranda malam” bergerak membedah kabut malam menyusuri bukit-bukti pasir Madinah hingga suatu tempat tak bernama.</em></p>
<p><em>“Keranda malam” meninggalkan hiruk pikuk pesta “dagang sapi” di Pendawa Saqifah</em></p>
<p><em>“Keranda malam” membawa prasasti abadi “Sang Demonstran”</em></p>
<p><em>bagai merpati</em></p>
<p><em>ia menari</em></p>
<p><em>melayang-layang</em></p>
<p><em>melukis angkasanya</em></p>
<p><em>bagai merpati</em></p>
<p><em>ia tersentak</em></p>
<p><em>dihadang kawanan gagak</em></p>
<p><em>merekahlah lukanya</em></p>
<p><em>bagai merpati</em></p>
<p><em>ia terhuyung</em></p>
<p><em>menukik jatuh</em></p>
<p><em>mengalirlah darahnya</em></p>
<p><em>bagai merpati</em></p>
<p><em>ia menengadah</em></p>
<p><em>tertunduk lesu</em></p>
<p><em>mengucurlah derainya</em></p>
<p><em>bagai merpati</em></p>
<p><em>terseok-seok</em></p>
<p><em>berusaha bangkit</em></p>
<p><em>menguaplah asanya</em></p>
<p><em>bagai merpati</em></p>
<p><em>ia memekik parau</em></p>
<p><em>bertanya-tanya</em></p>
<p><em>itukah rekan induknya</em></p>
<p><em>bagai merpati</em></p>
<p><em>ia sekarat</em></p>
<p><em>menggelepar-gelepar</em></p>
<p><em>mereganglah nyawanya</em></p>
<p><em>&#8212; copied from: mushinlabib.wordpress.com &#8211;<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=19&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/09/mengantar-keranda-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sayyidah.files.wordpress.com/2009/05/zahra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Zahra as.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Duka Zahra &#8211; By: Abdurrahman Al-Mahdali</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/07/duka-zahra-by-abdurrahman-al-mahdali/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/07/duka-zahra-by-abdurrahman-al-mahdali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 01:53:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/07/duka-zahra-by-abdurrahman-al-mahdali/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=18&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/07/duka-zahra-by-abdurrahman-al-mahdali/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ZMvXXuCGISA/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=18&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2009/05/07/duka-zahra-by-abdurrahman-al-mahdali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Berbahagia&#8230;</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2008/06/25/selamat-berbahagia/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2008/06/25/selamat-berbahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 01:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/2008/06/25/selamat-berbahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Salam untukmu Ya Rasulullah.. izinkan diriku sekejap mata mengetuk pintumu yang mulia atau perkenankan daku sebentar saja duduk bersamamu dalam suka Salam untukmu Ya Nabi Allah.. lisan kotorku ingin ikut serta mengucapkan selamat berbahagia atas &#8220;Kautsar&#8221; yang tlah kau terima dari Pemilik Alam Semesta. Salam untukmu Ya Habiballah.. Selamat berbahagia atas lahirnya putri tercinta Selamat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=17&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam untukmu Ya Rasulullah..<br />
izinkan diriku sekejap mata<br />
mengetuk pintumu yang mulia<br />
atau perkenankan daku sebentar saja<br />
duduk bersamamu dalam suka</p>
<p>Salam untukmu Ya Nabi Allah..<br />
lisan kotorku ingin ikut serta<br />
mengucapkan selamat berbahagia<br />
atas &#8220;Kautsar&#8221; yang tlah kau terima<br />
dari Pemilik Alam Semesta.</p>
<p>Salam untukmu Ya Habiballah..<br />
Selamat berbahagia<br />
atas lahirnya putri tercinta<br />
Selamat berbahagia<br />
atas hadirnya wanita termulia<br />
Selamat ya Rasulullah&#8230;.</p>
<p>Untuk cucu-cucu Zahra<br />
segenap pecintanya<br />
kuucapkan pula tuk semua<br />
Selamat berbahagia<br />
atas lahirnya wanita sempurna<br />
Sayyidah Fatimah Az-Zahra&#8230;</p>
<p>20 J. Tsani<br />
Hari lahir Sy. Fatimah Az-Zahra as.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayyidah.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayyidah.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=17&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2008/06/25/selamat-berbahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu Ya Fatimah Zahra as.</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/09/untukmu-ya-fatimah-zahra-as/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/09/untukmu-ya-fatimah-zahra-as/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 14:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Kini kutahu siapakah dirimu Engkau jelmaan cahaya Tuhan Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan Engkau lambang kebesaran Tuhan Bunga bersemi menyibak harum wewangi di sela tiupan angin Bunga Muhamad pun menebar harum di tengah persada bumi Perkebuanan Mustofa kini menjadi tempat berlindung yang alami Siapakah engkau di balik fenomena ini? Kaulah Kautsar telaga surgawi Aliran sungaimu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=16&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kini kutahu siapakah dirimu<br />
Engkau jelmaan cahaya Tuhan<br />
Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan<br />
Engkau lambang kebesaran Tuhan<br />
<span id="more-16"></span>Bunga bersemi menyibak harum wewangi di sela tiupan angin<br />
Bunga Muhamad pun menebar harum di tengah persada bumi<br />
Perkebuanan Mustofa kini menjadi tempat berlindung yang alami<br />
Siapakah engkau di balik fenomena ini?<br />
Kaulah Kautsar telaga surgawi<br />
Aliran sungaimu menghilangkan haus dahaga<br />
Menghirupmu membawa berkah,<br />
Berkah dalam menelusuri sebuah hakikat<br />
Di alam fana yang penuh tanda tanya<br />
Engkaulah bungaku dan penyelamatku<br />
Penyelamat umat yang mengikutimu<br />
Engkaulah kebunku dan pelindungku,<br />
Pelindung dari sengatan panas yang akan membakarku<br />
Hari demi hari kucoba,<br />
Tuk telusuri sejarahmu<br />
Kuhayati setiap tragedy dan peristiwa yang menimpamu<br />
Tuk mengenal sosok dirimui<br />
Tuk mengenal kepribadianmu<br />
Demi langkahku mencari ridho kekasihmu<br />
Kini kutahu siapakah dirimu<br />
Engkau jelmaan cahaya Tuhan<br />
Engkau manifestasi kasih sayang Tuhan<br />
Engkau lambang kebesaran Tuhan<br />
Engkau dapatkan syafa’at Tuhan<br />
Engkau universitas ilmu Tuhan<br />
Engkau symbol kesempurnaan Tuhan<br />
Engkau Az-Zahro kekasih Tuhan</p>
<p>Az-Zahro Ummu Abiiha…<br />
Pembela sang ayah Rasul pilihan<br />
Mencintaimu mencintai Tuhan<br />
Membencimu membenci Tuhan<br />
Akupun siap tuk berkorban,<br />
Demi kekasih Tuhan</p>
<p>Oh ternyata…<br />
Hamba yang berlumuran dosa ini,<br />
Telah mengagumimu ya Zahro…<br />
Layakkah diri ini mencintaimu?<br />
Kududuk termenung di kegelapan malam nan sunyi<br />
Kumenangis atas segala dosaku,<br />
Tuk sesali semua kekhilafanku<br />
Kuambil secarik kertas dan sebuah pena<br />
Kucoba tuk melukiskanmu dengan kata-kata,<br />
Di lembaran tak berharga ini<br />
Dan kutulis sebuah puisi “Untukmu ya Fathimah Zahra”<br />
Sebagai salah satu perwujudan cinta suciku padamu<br />
[Hayati Muhamad]</p>
<p><a href="http://islamfeminis.wordpress.com/2007/04/16/untuk-mu-ya-fathimah-zahra-as/" target="_blank">islamfeminis.wordpress.com</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayyidah.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayyidah.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=16&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/09/untukmu-ya-fatimah-zahra-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti Berbagai Nama dan Julukan Sayyidah Fathimah Az-Zahra as.</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/09/arti-berbagai-nama-dan-julukan-sayyidah-fathimah-az-zahra-as/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/09/arti-berbagai-nama-dan-julukan-sayyidah-fathimah-az-zahra-as/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 14:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Imam Shadiq AS bersabda: “Beliau dinamakan Fathimah karena tidak ada keburukan dan kejahatan pada dirinya. Apabila tidak ada Ali AS, maka sampai hari Kiamat tidak akan ada seorangpun yang sepadan dengannya (untuk menjadi pasangannya)”. Para Imam Ahlu-Bayt AS sangat memuliakan pemilik nama Fathimah tersebut. Salah satu pengikut Imam Jakfar as-Shadiq AS telah dikaruniai seorang anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=15&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Shadiq AS bersabda: “Beliau dinamakan Fathimah karena tidak ada keburukan dan kejahatan pada dirinya. Apabila tidak ada Ali AS, maka sampai hari Kiamat tidak akan ada seorangpun yang sepadan dengannya (untuk menjadi pasangannya)”.</p>
<p>Para Imam Ahlu-Bayt AS sangat memuliakan pemilik nama Fathimah tersebut. Salah satu pengikut Imam Jakfar as-Shadiq AS telah dikaruniai seorang anak perempuan, kemudian beliau bertanya kepadanya: “Engkau telah memberikan nama apa kepadanya?”. Ia menjawab: “Fathimah”. Mendengar itu Imam AS bersabda: “Fathimah, salam sejahtera atas Fathimah. Karena engkau telah menamainya Fathimah maka hati-hatilah. Jangan sampai engkau memukulnya, mengucapkan perkataan buruk kepadanya, dan muliakanlah ia.”<br />
<span id="more-15"></span>Wanita mulia nan agung yang menjadi kekasih Allah dan Rasul-Nya itu bernama Fathimah. Keagungannya telah dinyatakan oleh manusia termulia dan makhluk Allah teragung, Muhammad SAW yang segala pernyataannya tidak mungkin salah. Pada kesempatan ini, kita akan melihat beberapa sebutan mulia bagi wanita agung tersebut, disamping banyak nama dan sebutan lagi yang disematkan pada pribadi kekasih Allah dan Rasul-nya itu. Di antaranya ialah;</p>
<p><strong>A-Fathimah</strong></p>
<p>Syaikh Shaduq dalam kitab “I’lall Asy-Syara’i” dan Allamah al-Majlisi dalam kitab “Bihar al-Anwar” telah menukil riwayat dari Imam Jakfar bin Muhammad as-Shadiq AS, bahwasanya beliau bersabda: “Sewaktu Sayidah Fathimah Zahra AS terlahir, Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk turun ke bumi dan memberitahukan nama ini kepada Rasulullah. Maka Rasulullah SAW pun memberi nama Fathimah kepadanya.” (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 13)</p>
<p>Dari segi bahasa ’fathama’ berarti “anak yang disapih dari susuan”. Dalam sebuah riwayat dari Imam Muhammad bin Ali al-Baqir AS telah dinyatakan bahwa, setelah kelahiran Fathimah Zahra AS, Allah SWT berfirman kepadanya: “Sesungguhnya aku telah menyapihmu dengan ilmu, dan menyapihmu dari kototan (Inni fathamtuki bil ilmi wa fathamtuki a’nith thomats)”. Hal ini seperti seorang bayi sewaktu disapih dari susu maka ia memerlukan makanan lain sebagai penggantinya. Dan Sayidah Fathimah Zahra AS setelah disapih, sedang makanan pertamanya berupa ilmu.” (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 13)</p>
<p>Imam Ali bin Musa ar-Ridho AS telah meriwayatkan hadis dari ayahnya, dimana ayahnya telah meriwayatkan dari para leluhurnya hingga sampai ke Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda: “Wahai Fathimah, tahukan engkau kenapa dinamakan Fathimah?”. Kemudian Imam Ali AS bertanya: “Kenapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Karena ia dan pengikutnya akan tercegah dari api neraka”. (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 14). Atau dalam riwayat lain beliau bersabda: “Karena terlarang api neraka baginya dan para pecintanya”.( Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 15)</p>
<p>Imam Ali bin Abi Thalib AS bersabda, “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda: “Ia dinamakan Fathimah karena Allah SWT akan menyingkirkan api neraka darinya dan dari keturunannya. Tentu keturunannya yang meninggal dalam keadaan beriman dan meyakini segala sesuatu yang diturunkan kepadaku.” (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 18-19)</p>
<p>Imam Shadiq AS bersabda: “Beliau dinamakan Fathimah karena tidak terdapat keburukan dan kejahatan pada dirinya. Apabila tidak ada Ali AS maka sampai hari Kiamat tidak akan ada seorangpun yang sepadan dengannya (untuk menjadi pasangannya)”. (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 10)</p>
<p>Dalam beberapa sumber telah dijelaskan bahwa nama Fathimah merupakan nama yang sangat disukai oleh para Maksumin (Ahlu-Bayt) AS. Para Imam Ahlu-Bayt AS sangat memuliakan pemilik nama tersebut. Salah satu pengikut Imam Shadiq AS telah dikaruniai seorang anak perempuan, kemudian beliau bertanya kepadanya: “Engkau telah memberikan nama apa kepadanya?”. Ia menjawab: “Fathimah”. Mendengar itu Imam AS bersabda: “Fathimah, salam sejahtera atas Fathimah. Karena engkau telah menamainya Fathimah, maka hati-hatilah jangan sampai memukulnya, mengucapkan perkataan buruk kepadanya, dan muliakanlah ia.”</p>
<p>Salah seorang pengikut Imam Shadiq AS berkata: “Pada suatu hari dengan raut muka sedih, aku telah menghadap Imam Shadiq AS. Beliau bertanya: “Kenapa engkau bersedih?”. Aku menjawab: anakku yang terlahir adalah perempuan. Beliau bertanya kembali: “Engkau beri nama apa ia?”. Aku menjawab: “Fathimah”. Beliau kembali berkata: “Ketahuilah jika engkau telah menamainya Fathimah, janganlah engkau berkata buruk kepadanya dan janganlah memukulnya”.”(Wasa’il as-Syi’ah jilid 15 halaman 200)</p>
<p><strong>B-Zahra</strong></p>
<p>Zahra, artinya ialah “yang bersinar” atau “yang memancarkan cahaya”. Imam Hasan bin Ali al-Askari (imam ke-11) bersabda: “Salah satu sebab Sayidah Fathimah dinamai az-Zahra karena tiga kali pada setiap hari beliau akan memancarkan cahaya bagi Imam Ali AS.” (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 11) Memancarkan cahaya bagaikan matahari pada waktu pagi, siang dan terbenam matahari.</p>
<p>Dalam riwayat lain Imam Shadiq AS bersabda: “Sebab Sayidah Fathimah dinamakan Zahra karena akan diberikan kepada beliau sebuah bangunan di surga yang terbuat dari yaqut merah. Dikarenakan kemegahan dan keagungan bangunan tersebut maka para penghuni surga melihatnya seakan sebuah bintang di langit yang memancarkan cahaya, dan mereka satu sama lain saling mengatakan bahwa bangunan megah bercahaya itu dikhususkan untuk Fathimah AS.”</p>
<p>Dalam riwayat lain dikatakan bahwa, orang-orang telah bertanya kepada Imam Shadiq AS: “Kenapa Fathimah AS dinamakan Zahra?” Beliau menjawab: “Karena sewaktu beliau berada di mihrab (untuk beribadah) cahaya memancar darinya untuk para penghuni langit, bagaikan pancaran cahaya bagi para penghuni bumi.” (Namha wa Alqaab Hadzrate Fathimah Zahra halaman: 22)</p>
<p><strong>C-Muhaddatsah</strong></p>
<p>Muhaddatsah, artinya ialah “orang yang malaikat berbicara dengannya”. Telah dijelaskan bahwasanya para malaikat dapat berbicara dengan selain para nabi atau para rasul. Dan orang-orang selain para nabi dan rasul itu dapat mendengar suara dan melihat para malaikat. Sebagaimana dalam al-Qur’an disebutkan bahwa Allah SWT telah menjelaskan bahwasanya Mariam bin Imran AS (bunda Maria) telah melihat malaikat dan berbicara dengannya. Hal ini telah disinyalir dalam surah al-Imran ayat 42, “Dan (Ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, Sesungguhnya Allah Telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).”</p>
<p>Dalam sebuah riwayat Imam Shadiq AS bersabda: “Fathimah dijuluki muhaddatsah karena para malaikat selalu turun kepadanya, sebagaimana mereka memanggil Mariam AS, berbicara dengannya, dan mereka mengatakan: “Wahai Fathimah, sesungguhnya Allah SWT telah memilihmu, mensucikanmu dan memilihmu atas perempuan seluruh alam”. Para malaikatpun menyampaikan kepada Fathimah Zahra AS tentang hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang, raja-raja yang akan berkuasa, dan hukum-hukum Allah SWT. Fathimah Zahra AS meminta kepada Imam Ali AS untuk menulis semua perkara yang telah disampaikan para malaikat kepadanya. Serta jadilah kumpulan tulisan tersebut dinamakan dengan mushaf Fathimah”. (Bihar al-Anwar jilid 43)</p>
<p>Imam Shadiq AS telah berkata kepada Abu Bashir: “Mushaf Fathimah berada pada kami. Dan tiada yang mengetahui tentang isi mushaf tersebut….mushaf tersebut berisikan hal-hal yang telah diwahyukan Allah SWT kepada ibu kami, Fathimah Zahra AS.” (Bihar al-Anwar jilid 43, Fathimah az-Wiladat to Syahadat halaman 111)</p>
<p><strong>D-Mardhiyah</strong></p>
<p>Mardiyah, artinya ialah “orang yang segala perkataan dan perilakunya telah diridhoi Allah SWT”. Adapun sebab beliau dijuluki dengan julukan mardiyah karena bersumber pada beberapa hadis yang telah disampaikan Rasulullah SAW berkaitan dengan kedudukan Sayidah Fathimah Zahra AS, dimana beliau telah bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT murka atas murka-mu dan ridho atas keridhoan-mu.” (Riwayat dengan kandungan seperti ini bisa didapati pada beberapa sumber seperti, Mustadrak ash-Shahihain jilid 3 halaman 153, Kanzul Ummal jilid 6 halaman 219, Mizan al-I’tidal jilid 2 halaman 72, Dzakhairu al-‘Uqba halaman 39)</p>
<p>Catatan: Tentunya hadis-hadis Rasulullah tentang Sayidah Fathimah Zahra AS itu bukanlah berasal dari hawa nafsu dan atas dasar nepotisme seorang ayah terhadap anaknya. Karena sebagaimana yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an beliau tidak mengatakan sesuatu berdasarkan hawa nafsu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an: “ Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.” (QS an-Najm:3). Maka hadis-hadis itu sebagai bukti akan keistimewaan Fathimah Zahra AS dimata Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p><strong>E-Siddiqah Kubra</strong></p>
<p>Shiddiqah, artinya ialah “seorang yang sangat jujur”, orang yang tidak pernah berbohong. Atau orang yang perkataannya membenarkan prilakunya. (Lisanul Arab dan Taajul Aruus)</p>
<p>Pada waktu menjelang kepergian (wafat) Rasulullah SAW, beliau berkata kepada Ali AS: “Aku telah menyampaikan berbagai masalah kepada Fathimah. Benarkan (percayailah) segala yang disampaikan Fathimah, karena ia sangat jujur.” (Bihar al-Anwar jilid 22 halaman 490)</p>
<p>Dalam sebuah hadis bahwasanya Ummulmukminin Aisyah berkata: “Tidak aku dapatkan seseorang yang lebih jujur dari Fathimah, selain ayahnya.” (Hilyatul Auliya’ jilid 2 halaman 41 dan atau Mustadrak as-Shahihain jilid 3 halaman 16)</p>
<p>Dan kedudukan ini (Shiddiqiin) berada pada tingkatan para nabi, syuhada dan shalihin sebagaimana yang telah disinyalir al-Qur’an: “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh, dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa : 6</p>
<p>Rasulullah SAW berkata kepada Imam Ali AS: “Tiga hal berharga telah dihadiahkan kepadamu, dan tidak seorangpun yang mendapatkannya termasuk aku; Engkau memiliki mertua seorang rasul, sementara aku tidak memiliki mertua sepertimu. Engkau memiliki istri yang sangat jujur (shiddiqqah) seperti putriku, sementara aku tidak memiliki istri sepertinya. Engkau dikaruniai anak-anak seperti Hasan dan Husein, sementara aku tidak dikaruniai anak-anak seperti mereka. Namun demikian engkau berasal dariku dan aku berasal darimu.” (Ar-Riyadhu an-Nadrah jilid 2 halaman 202)</p>
<p><strong>F-Raihanah</strong></p>
<p>Dalam sebuah riwayat berkaitan dengan putrinya, Rasulullah SAW bersabda: “Fathimah merupakan wewangianku. Ketika aku merindukan bau surga maka aku akan mencium Fathimah”. (Bihar al-Anwar jilid 35 halaman 45, dan kandungan hadis semacam ini pun bisa didapati dalam tafsir Ad-Durrul Mansur Suyuthi)</p>
<p><strong>G-Bathul</strong></p>
<p>Ibnu Atsir dalam karyanya yang berjudul “An-Nihayah” menyatakan: “Kenapa Fathimah dijuluki Al-Bathul? Karena beliau dari segi keutamaan, agama, dan kehormatan lebih dari para perempuan yang ada pada zamannya. Atau karena beliau telah memutuskan hubungannya dengan dunia dan hanyalah mencari kecintaan Allah SWT.” (Hadis dengan redaksi semacam ini juga dapat kita jumpai pada kitab-kitab seperti; Maanil Akhbar hal 54, Ilalu Asy-Syarai’ hal 181, Yanaabi’ al-Mawaddah hal 260)</p>
<p>Dalam kitab “al-Manaqib” pada jilid 3 halaman 133 dijelaskan bahwa seseorang telah bertanya kepada Rasulullah; “Kenapa seseorang dijuluki al-Bathul? Beliau menjawab: “Yaitu perempuan yang tidak keluar darinya darah haid. Sesungguhnya hal itu tidak layak bagi para putri para nabi (lain).” (Al-Manaqib jilid 3 halaman 133, Al-awalim jilid 6 halaman 16)</p>
<p><strong>H-Rasyidah</strong></p>
<p>Rasyidah, artinya ialah “wanita yang telah dianugrahi petunjuk”, selalu berada dalam kebenaran dan pemberi petunjuk bagi yang lain. Rasulullah SAW telah memberikan julukan ini kepada putrinya, Fathimah AS. Dalam sebuah riwayat telah dijelaskan bahwasanya Imam Ali AS bersabda: “Beberapa saat sebelum kepergian Rasulullah (wafat), beliau telah memanggilku. Beliau bersabda kepadaku dan Fathimah: “Ini hanutku (ialah kapur barus yang dioleskan ke anggota sujud seorang jenazah, red) yang telah dibawakan Jibril dari surga untukku. Beliau telah menitip salam untuk kalian berdua dan berkata: “Engkau harus membagikan hanut ini, dan ambillah untukmu. Pada saat itu Fathimah AS berkata: “1/3-nya untuk engkau wahai ayahku. Sedang sisanya, biarlah Ali sendiri yang memutuskannya”. Mendengar itu Rasulullah menangis dan memeluk putrinya seraya bersabda: “Engkau adalah wanita yang telah dianugrahi taufiq (pertolongan khusus) dan rasyidah (petunjuk) yang telah mendapatkan ilham dari-Nya, dan mendapatkan petunjuk dari-Nya. Pada saat itu pula Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Ali, katakan padaku tentang sisa hanut tersebut”. Aku (Ali) berkata: “Setengah dari yang tersisa ialah untuk Zahra (Fathimah). Dan berkaitan dengan sebagian lainnya apa perintahmu, ya Rasulullah?”. Rasulullah SAW bersabda: “Sisanya untukmu, maka peliharalah.” (Bihar al-Anwar jilid 22 halaman 492)</p>
<p><strong>I-Haura Insiyah (bidadari berbentuk manusia)</strong></p>
<p>Sebelum Rasul melakukan salah satu mi’rajnya(dari beberapa riwayat disebutkan Rasulullah tidak melakukan mi’raj sekali saja, bahkan berkali-kali red), Atas perintah Allah SWT, beliau tidak diperkenankan untuk menemui (mengumpuli) istrinya selama 40 hari. Dan pada hari terakhir beliau dalam mi’raj-nya memakan buah-buahan seperti; kurma dan apel yang berasal dari surga. Seusai beliau memakan buah-buahan yang berasal dari surga itu lantas beliau menemui (mengumpuli) istrinya Sayidah Khadijah AS. Dan dari nutfah (sperma) yang berasal dari buah-buahan surga itulah, Sayidah Khadijah AS mengandung janin Sayidah Fathimah Zahra AS. Oleh karena itu, Sayidah Fathimah Zahra AS dijuluki ‘haura Insiyah’ (bidadari berbentuk manusia). (Tafsir Furat Kufi halaman 119, Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 18, riwayat-riwayat semacam inipun bisa didapati dalam sumber-sumber Ahlusunah seperti; Ad-Durrul Mansur, Mustadrak Shahihain, Dzakhairu al-Uqbah, Tarikh Bagdadi dsb)</p>
<p>Haura insiyah, artinya ialah “bidadari yang berbentuk manusia”, para wanita surga dinamakan bidadari karena putih dan hitam matanya sangat elok dan menarik sekali. Oleh karena itu, seorang wanita yang memiliki mata yang sangat elok seperti bidadari, dijuluki bidadari. (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 5)</p>
<p><strong>J-Thahirah</strong></p>
<p>Thahirah berarti yang “suci atau maksum dari dosa dan kesalahan”. Hal ini karena beliau telah disucikan dari salah dan dosa, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 33, “… Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”</p>
<p>Berdasarkan ayat di atas Allah SWT telah mensucikan Ahlu-Bayt Nabi SAW. Dan salah satu dari Ahlu-Bayt Nabi SAW tersebut adalah Sayidah Fathimah AS. Ayat di atas diturunkan berkaitan dengan “Ashhabul Kisa” (penghuni kain), yaitu Rasulullah, Imam Ali, Sayidah Fathimah Zahra, Imam Hasan dan Imam Husein. Hal ini dapat dirujuk dalam berbagai sumber seperti, Tafsir at-Thabari, Tafsir Ad-Durrul Mansur, Tarikh al-Bagdadi, Tafsir al-Kasyaf, Usudul Ghabah…</p>
<p>[ED, diambil dari berbagai sumber , Namha wa Alqab Hazrate Fathima Zahra, Fadzaila Khamsah dan lain-lain]</p>
<p><a href="http://islamfeminis.wordpress.com/2008/03/03/arti-berbagai-nama-dan-julukan-sayidah-fathimah-zahra-as/#more-266" target="_blank">islamfeminis.wordpress.com</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayyidah.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayyidah.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=15&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/09/arti-berbagai-nama-dan-julukan-sayyidah-fathimah-az-zahra-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sy. Fatimah Az-Zahra dan Gandum</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/05/sy-fatimah-az-zahra-dan-gandum/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/05/sy-fatimah-az-zahra-dan-gandum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 04:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, “apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”.Fathimah rha. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=14&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, “apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”.Fathimah rha. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkan ananda menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya.</p>
<p><span id="more-14"></span>Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”.</p>
<p>Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.</p>
<p>Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata.</p>
<p>Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan”.</p>
<p>Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, “jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.</p>
<p>Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.</p>
<p>Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.</p>
<p>Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.</p>
<p>Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.</p>
<p>Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do’akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?</p>
<p>Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan.</p>
<p>Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.</p>
<p>Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.</p>
<p>Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.</p>
<p>Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.</p>
<p>Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”.</p>
<p>Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat”.</p>
<p>sumber : 1001 KisahTeladan.hlp by Abi-9</p>
<p>http://dadang169.wordpress.com/2008/02/16/fatimah-az-zahra-dan-gandum/</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayyidah.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayyidah.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=14&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/05/sy-fatimah-az-zahra-dan-gandum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rintihan Sy. Fatimah Az-Zahra</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/05/12/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/05/12/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 04:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[http://luthfis.wordpress.com/2007/07/09/fatimah-azzahra/ Nafasku tersekat dalam tangisan Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjanganKala rinduku memuncak, kujenguk pusaramu dengan tangisan Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=12&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sayyidah.files.wordpress.com/2008/05/fatima1.jpg?w=250&#038;h=187" alt="" width="250" height="187" /></p>
<p>http://luthfis.wordpress.com/2007/07/09/fatimah-azzahra/</p>
<p>Nafasku tersekat dalam tangisan<br />
Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan<br />
Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan<br />
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjanganKala rinduku memuncak, kujenguk pusaramu dengan tangisan<br />
Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban<br />
Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku<br />
Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain<br />
Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah,<br />
engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih<br />
<span id="more-12"></span>Berkurang sabarku bertambah dukaku<br />
setelah kehilangan Khatamul Anbiya<br />
Duhai mataku, cucurkan air mata sederas derasnya<br />
jangan kautahan bahkan linangan darah<br />
Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan<br />
pelindung anak yatim dan dhuafa<br />
Setelah mengucur air mata langit<br />
bebukitan, hutan, dan burung<br />
dan seluruh bumi menangis</p>
<p>Duhai junjunganku,<br />
untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah<br />
bukit-bukit dan lembah Makkah<br />
Telah menangisimu mihrab<br />
tempat belajar Al-Quran di kala pagi dan senja<br />
Telah menangisimu Islam<br />
sehingga Islam kini terasing di tengah manusia<br />
Sekiranya kau lihat mimbar yang pernah kau duduki<br />
akan kau lihat kegelapan setelah cahaya</p>
<p>Bi Abi Anta wa Ummi<br />
Biarlah ayah bundaku jadi tebusanmu, ya Rasul Allah<br />
Terhenti karena ketiadaanmu apa yang tak terhenti karena ketiadaan yang lain<br />
terhenti sudah nubuwwah, wahyu, dan berita dari langit<br />
Kau begitu khusus bagi kami<br />
sehingga jadilah kau penghibur kami dari selainmu<br />
Kau juga begitu terbuka bagi semua<br />
sehingga semua berbagi derita atas kepergianmuSekiranya tidak kau perintahkan kami bersabar<br />
jika tak kau larang kami berduka cita<br />
akan kami alirkan gelombang air mata<br />
Tapi walau begitu, sakit kami tak kunjung sembuh, derita kami takkan berakhir<br />
Sakit dan derita kami terlalu kecil ketimbang kepedihan karenamu<br />
Kepergianmu tak mungkin dikembalikan<br />
kematianmu tak bisa dihindarkan<br />
Bi Abi Anta wa Ummi<br />
Kenanglah kami di sisi Tuhanmu<br />
dan simpan kami dalam hatimu</p>
<p>(Fatimah Az-Zahra as.)</p>
<p>http://luthfis.wordpress.com/2007/07/09/fatimah-azzahra/</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayyidah.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayyidah.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=12&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/05/12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sayyidah.files.wordpress.com/2008/05/fatima1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sebagian Keutamaan dan Karamah Sy. Fatimah Az-Zahra as. (2)</title>
		<link>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/01/sebagian-keutamaan-dan-karamah-sy-fatimah-az-zahra-as-2/</link>
		<comments>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/01/sebagian-keutamaan-dan-karamah-sy-fatimah-az-zahra-as-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 04:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sayyidah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sayyidah.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian Karamah Fatimah Az-Zahra’ (sa) Allah swt berfirman: فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسنٍ وَ أَنبَتَهَا نَبَاتاً حَسناً وَ كَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَاب وَجَدَ عِندَهَا رِزْقاً قَالَ يَمَرْيَمُ أَنى لَكِ هَذَا قَالَت هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشاءُ بِغَيرِ حِسابٍ &#8220;Maka Tuhannya menerimanya dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=11&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian Karamah Fatimah Az-Zahra’ (sa)<br />
Allah swt berfirman:</p>
<p>فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسنٍ وَ أَنبَتَهَا نَبَاتاً حَسناً وَ كَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَاب وَجَدَ عِندَهَا رِزْقاً قَالَ يَمَرْيَمُ أَنى لَكِ هَذَا قَالَت هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشاءُ بِغَيرِ حِسابٍ<br />
&#8220;Maka Tuhannya menerimanya dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setip Zakariya masuk untuk menemui Maryam di Mihrabnya, ia dapati makanan di sisi-Nya. Zakariya berkata: &#8216;Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh makanan ini?&#8217; Maryam menjawab: &#8216;Makanan itu dari Allah.&#8217; Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada siapa yang dihendaki tanpa perhitungan.&#8221; (Ali-Imran: 37).</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p>Dalam tafsirnya Al-Kasysyafnya ketika menjelaskan ayat ini, Az-Zamakhsyari berkata:<br />
Jabir Al-Anshari berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:<br />
“Aku pernah beberapa hari tidak makan sedikit pun makanan sehingga tubuhku terasa lemas.&#8221; Kemudian beliau mendatangi isteri-isterinya dan tidak mendapatkan sesuatu pun di rumah mereka.<br />
Lalu beliau mendatangi Fatimah dan bersabda: “Wahai puteriku, apakah kamu punya makanan untukku, aku lapar?” Fatimah menjawab: Demi Allah, demi ayahku dan ibuku, aku tidak punya makanan.<br />
Ketika Rasulullah saw keluar dari rumah Fatimah, ada seorang perempuan mengirimkan dua potong roti dan sepotong daging, lalu ia mengambilnya dan meletakkannya dalam mangkok yang besar dan menutupinya.<br />
Fatimah berkata: Sungguh makanan ini akan aku istimewakan untuk Rasulullah saw daripada untuk diriku dan orang-orang yang ada di sisiku. Padahal mereka juga membutuhkan sesuap makanan. Kemudian aku mengutus Al-Hasan dan Al-Husein kepada kakeknya Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw datang kepadaku.<br />
Aku berkata kepada beliau: Ya Rasulallah, demi ayahku dan ibuku, Allah telah mengkaruniakan kepada kami sesuatu, lalu aku menyimpannya untuk kupersembahkan padamu.</p>
<p>Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Fatimah berkata: Ada seseorang mengantarkan makanan padaku, lalu aku meletakkan dalam mangkok besar dan aku menutupinya, maka saat itulah dalam mangkok itu penuh dengan roti dan daging. Ketika aku melihatnya aku heran dan aku tahu bahwa itu adalah keberkahan dari Allah, lalu aku memuji Allah swt dan bershalawat kepada Nabi-Nya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Dari mana makanan ini wahai puteriku?” Fatimah menjawab: Makanan ini dari sisi Allah, sesungguhnya Allah mengkaruniakan rizki kepada orang yang dikehendaki-Nya dari arah yang tak terduga. Kemudian Rasulullah saw mengutus seseorang pada Ali (sa) lalu ia datang. Kemudian Rasulullah saw, Ali, Fatimah, Al-Hasan, Al-Husein (sa) dan semua isteri Nabi saw makan dari makanan itu sehingga mereka merasa kenyang, dan makanan itu tetap penuh dalam mangkok itu. Fatimah berkata: aku juga mengantarkan makanan itu pada semua tetanggaku, Allah menjadikan dalam makanan itu keberkahan dan kebaikan yang panjang waktunya. Asalnya makanan dalam mangkok itu hanya dua potong roti dan sepotong daging, adapun selebihnya adalah keberkahan dari Allah swt.</p>
<p>Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda kepada Fatimah dan Ali: “Segala puji bagi Allah yang tidak mengeluarkan kalian berdua dari dunia sehingga Allah menjadikan bagimu (Ali) apa yang telah terjadi pada Zakariya, dan menjadikan bagimu wahai Fatimah apa yang telah terjadi pada Maryam. Yaitu, “Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrabnya, ia dapati makanan di sisinya.” (Ali-Imran: 37).</p>
<p>Hadis ini dan yang semakna juga terdapat dalam kitab:<br />
1. Tafsir Ad-Durrul Mantsur, tentang ayat ini.<br />
2. Qishashul Anbiya’, halaman 513.</p>
<p>http://shalatdoa.blogspot.com/2008/04/sebagian-keutamaan-dan-karamah-fatimah.html</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sayyidah.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sayyidah.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sayyidah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sayyidah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sayyidah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sayyidah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sayyidah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sayyidah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sayyidah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sayyidah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sayyidah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sayyidah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sayyidah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sayyidah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sayyidah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sayyidah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sayyidah.wordpress.com&amp;blog=1158486&amp;post=11&amp;subd=sayyidah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sayyidah.wordpress.com/2008/05/01/sebagian-keutamaan-dan-karamah-sy-fatimah-az-zahra-as-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1e2748320f8806e688f1d8927be1338?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sayyidah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
