Aku hanyalah budak hina, pengemis nista, hamba kotor tak berdaya, yang senantiasa mengetuk pintu Sang Sayyidah. Sungguh lancang tangan ini yang berusaha menggapai pintunya, terlalu rendah jiwa ini yang berhayal berjumpa dengannya. Ah..apalah aku ini?! Belum juga ku mampu menjadi budaknya tapi sudah berani bersimpuh di depan rumah sucinya. Belumlah pantas ku mengaku mencintainya, sementara bajuku masih berhias dosa. Duhai..belum pernah ada yang kupersembahkan, belum ada yang kuhaturkan, bagaimana pula ku harap balasan?! Maafkan aku Sayyidahku, maafkan aku duhai Putri Nabiku, maafkan aku duhai isteri Imamku, maafkan aku duhai ibu para pemimpinku..Maafkan aku…
Maafkanlah tangan kotor yang memberanikan diri menukil kemuliaanmu, bukan aku sok mengenalmu, aku tahu tak mungkin alam pikirku kan menjangkaumu. Aku tahu betapa rendah diriku dihadapanmu..Maafkan aku Sayyidahku, maafkan jika ada yang salah dari tulisanku….
maafkan aku yang telah mengotori agamamu,, maafkan aku yang mematahkan punggung agamamu,, ajari aku tuntun aku agar kembali kepada-Nya,, jadikan aku pengikutmu,,